Wisuda Akbar untuk Rumah Tahfidz se Provinsi Banten

Perjalanan Wisuda Akbar yang sudah menapaki gelaran ke sembilan menjadi cerita tersendiri bagi Rumah Tahfidz dengan gerakan tahfidzul Qur’annya. Rangkaian Wisuda Akbar 1 sampai 8 menjadi saksi betapa dakwah tahfidzul Qur’an di negeri ini mulai dikenal luas oleh masyarakat. Kini Wisuda Akbar ke-9 tampil dengan konsep baru yang lebih mementingkan kualitas.
Kategori ujian hafalannya pun adalah kelipatan 5 juz (1, 5, 10, 15, 20, dan 25 juz). Seluruh santri saat ujian harus membacakan semua hafalannya. Bukan memakai sistem ujian sambung ayat lagi. Tentu sistem ujian ini akan meningkatkan kualitas hafalan santri dan menjadi tantangan tersendiri bagi santri.
Terlebih bagi seluruh santri Rumah Tahfidz se provinsi Banten yang secara data 90% adalah santri non mukim (pulang pergi), bukan santri mukim yang bisa fokus menghafal Al Qur’an. Selain menghafal, santri se provinsi Banten harus berjibaku dan berjuang keras dengan semua kegiatan kesehariannya. Ini menjadi tantangan luar biasa bagi santri Banten.
Namun tantangan itu tentunya tak menyurutkan semangat menuju ujian dan puncak Wisuda Akbar. “Alhamdulillah antusias Rumah Tahfidz dan masyarakat Banten sangat tinggi menyambut Wisuda Akbar 9”, tutur Ustadz Zulkarnain Korda Rumah Tahfidz Banten.
Nanti pada tanggal 17 sampai 22 Februari 2019, seluruh santri Rumah Tahfidz Banten akan mengikuti ujian tahfdz untuk menuju Wisuda Akbar 9 yang puncaknya diselenggarakan di Masjid Istiqlal, Jakarta. Ujian tahfidz sendiri akan diselenggarakan di 6 daerah: Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kab. Tangerang, Serang, Pandeglang, dan Cilegon. Setidaknya sudah ada 600 santri yang mendaftarkan diri secara online untuk mengikuti ujian tahfidz.
Kegiatan Wisuda Akbar ini selalu ditunggu-tunggu oleh santri dan pengurus Rumah Tahfidz. “Harapan dari seluruh Rumah Tahfidz se Banten, semoga Wisuda Akbar ini selalu diadakan karena sebagai ajang menjaga kualitas hafalan santri dan sebagai magnet agar masyarakat berbondong-bondong mendirikan Rumah Tahfidz”, tutup Ustadz Zulkarnain.