Nenek Zuhria 74 Tahun diwisuda sebagai Hafidzah

Nenek Zuhria 74 Tahun diwisuda sebagai Hafidzah

Makin Tua Makin Jadi. Tua bukan alasan untuk berhenti belajar. Nenek Zuhria 74 tahun sejak beberapa  tahun ini menghafal juz 30 dan surat al waqiah. Ditengah keterbatasan dalam melihat dan mendengar.  Alhasil, pada hari ini 31/12/22 Nenek Zuhria di wisuda tahfizh.

Di Momen Haflah dan Wisuda Tahfizh ke 6 Rumah Tahfizh Daarul Islah, ada yang unik dan tidak biasa dari peserta wisuda tahfizh ini, sebanyak 72 orang para lansia sebagai peserta wisuda tahfizh dengan rentang usia 50-74 tahun.

Keseharian Nenek Zuhria dan teman-teman lansia lainnya mengaji di MT Daarul Islah yang merupakan bagian dari Rumah Tahfizh Daarul Islah Desa Tanjung Pinang Kab Ogan Ilir. Rumah Tahfizh Daarul Islah dengan jumlah santri 200 usia anak dan remaja (non mukim), ada skitar 80an para usia lansia. rata-rata nenek, kakek, wak dari para santri yang mengaji disana. Sejak awal berdiri Rumah Tahfizh Daarul Islah sudah melakukan pembinaan kepada para lansia, melalui program Majelis Taklim.

2016 dibuka Rumah Tahfizh ini niat awalnya untuk melakukan pembinaan keagamaan dan ilmu Qur’an kepada anak-anak dan remaja, akan tetapi ternyata diluar dugaan, antusias masyarakat terutama para  lansia haus akan ilmu agama, maka di bentuk pula majelis taklim untuk para bapak dan ibu lansia,kami berharap teman-teman lansia ini bisa mendapatkan ketenangan dan kedamaian dalam menjalani hidup diusia senja dengan selalu berinteraksi Bersama Al Qur’an.  ujar Ustad Destri Selaku Mudir Rumah Tahfizh Daarul Islah.

Perjuangan mendirikan rumah Tahfizh ini, berawal dari numpang di Mushola, santri dikenakan Infaq semampunya,  dengan jumlah santri semakin hari semakin bertambah hingga di tahun 2019 mendapatkan banntuan hibah tanah dan bangunan ruang kelas dari pihak Desa, tambahnya sambal mata berkaca-kaca Ketika menyampaikan cerita perjuangan beliau.

Pada Wisuda Tahfizh ke6 ini kami mewisuda sebanyak 43 Santri anak dan remaja dengan kategori, 1 juz, 3 juz, 5 juz dan seterusnya. Serta ditahun ke 6 ini juga mewisuda 71 orang para lansia yang sudah menghafal Juz 30 dan surat-surat pilihan, dengan rincian Surat Al Waqiah dan juz 30 sebanyak 16 orang,  surat Ar Rahman sebanyak 20 orang, surat al  Yasin 20 orang, surat Al Mulk 15 orang, kata Ustad Destri ditengah sambutannya.

Rumah Tahfizh Daarul Islah dibawah Yayasan Daarul Islah Al Falimbangi, berdiri sejak tahun 2016 dan merupakan binaan dari Rumah Tahfizh Center PPPA Daarul Qur’an. Sudah banyak melahirkan alumni yang saat ini mondok di beberapa Pesantren di Jawa seperti Jombang, Madiun dan bebrap daerah lainnya, Bahkan ada 1 santri saat ini sedang magang di Jerman.  

Ini sebuah terobosan baru, inovasi dari rumah tahfizh Daarul Islah,  mudah-mudahan bisa jadi inspirasi dan motivasi buat rumah-rumah tahfizh lainnya di Sumsel untuk memberikan terobosan baru dalam pengembangannya, dan kami berharap di tahun 2023 selain ada program wisuda tahfizh, juga program pengambilan Sanad buat santri yang sudah memiliki hafalan yang baik dan memenuhi syarat, yang bacaan Sanad itu langsung menyambungkan ke Rasullullah SAW, ujar Andiwijaya selaku Koordinator Rumah Tahfzh Center Sumatera Selatan.