Doa Penghafal Al-Quran untuk Indonesia

Doa Penghafal Al-Quran untuk Indonesia

Warga Kampung Qur’an Merapi di Desa Kalitengah Lor bersiap menuju Masjid Nurul Hikmah. Masjid yang berjarak 6 KM dari kaki Gunung Merapi. Tempat ini menjadi salah satu bukti sejarah dari letusan Gunung Merapi yang mengeluarkan awan panas dan lava pada tahun 2010 silam. Bencana itu merusak bangunan dan akses jalan, serta menyebabkan trauma warganya.

Pada Ahad (2/9/18), setelah beberapa tahun tidak mengadakan khataman Qur’an di kaki Gunung Merapi, kini PPPA Daarul Quran, RTC (Rumah Tahfidz Center), dan para warga mengadakan acara Khataman dan Istighosah. Kegiatan ini menjadi salah satu bukti bangkitnya Kampung Quran Merapi  dengan segala potensi yang ada. 

Diketahui, acara itu dihadiri oleh santri Rumah Tahfidz Yogyakarta, para Asatidz/Asatidzah dan warga sekitar. Pak Jamin selaku Kudus menuturkan pada sambutannya.

Maturusuwun kepada seluruh pengurus, santri rumah tahfidz, dan PPPA DAQU Jogja yang telah menyelenggarakan acara ini. Semoga dengan khataman dan istighosah ini Gunung Merapi tetap aman dan semua warga dalam lindungan Allah SWT”.

Ba’da sholat ashar, teras dan ambal Masjid Nurul Hkmah dipenuhi para jamaah yang membawa Mushaf. Mereka dipandu oleh Ustadz Muhimat untuk mendapatkan bacaan per Juz nya. Salah satu jamaah menyampaikan kepada Korda Rumah Tahfidz Yogyakarta.

Mas, nek wong kene kon moco 30 juz iso 3 dino rampunge. Mas, kalau warga sini suruh baca 30 juz bisa 3 hari rampungnya," ujar jamaah.

Menjelang Maghrib tiba, diantara kabut dan udara dingin di Masjid Nurul Hikmah, 30 juz ayat suci Al-Qur'an usai dikhatamkan. Do'a-do'a dipanjatkan, seraya penyampaian motivasi kepada para jemaah untuk menjadi bagian dari pencetak para penghafal Al-Qur'an. 

Begitu pula dengan Masjid Alfurqon yang terletak di pinggir kota Yogyakarta. Para jamaah dan santri rumah tahfizh di sini pun ikut mengadakan Khataman 30 Juz, pada Senin (3/9/18). Selain memiliki jumlah jamaah yang cukup banyak, para jamaah masjid ini dikenal konsisten dalam menimba ilmu di setiap pekannya. Hingga rangkaian acara tersebut ditutup dengan istighosah oleh Ustadz Muhammad Ridwan.

Dua acara itu mengusung konsep yang sama,dengan tema “Doa 100.000 penghafal Al-Qur’an dan Khotmil Qur’an untuk Indonesia”. Kegiatan itu mengajak masyarakat berdoa, meminta perlindungan kepada Allah SWT dari segala bencana yang ada di Indonesia dan menjaga negeri dengan memperbanyak penghafal Al-Qur’an. Berdoa dijauhkan dari segala kemaksiatan dan mengharapkan keberkahan dalam menjalani hidup ini. Semoga acara itu dapat menginspirasi banyak umat agar turut andil dalam menjaga Indonesia. Aamiinn.