Cinta Ilmu Pengetahuan, Perintah Membaca Sebagai Wahyu Pertama Dalam Al Quran.

Sahabat Al Quran, Al Quran yang pertama kali diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad melalui malaikat jibril adalah perintah untuk membaca. mengapa demikian? sebab, sebelum diturunkannya Al Quran kepada bangsa Arab, mereka memang dalam kondisi jahiliyah, keterbelakangan, jauh dari peradaban yang maju dan juga tidak dapat membaca serta menulis.
Berbeda dengan kondisi bangsa-bangsa maju pada saat itu seperti Romawi, Persia yang merupakan negara adidaya, memiliki kekuatan dan kemajuan dalam tekhnologi pada masanya. Pada saat itulah, yaitu salah satu malam di bulan Ramadhan sekitar tahun 611 M, melalui malaikat jibril, Allah menurunkan kitab suci Al Quran kepada Nabi Muhammad yang sedang bertahanuts atau merenung untuk beribadah di Gua Hira di atas Jabal Nur di Mekkah.
Melalui wahyu yang pertama kali turun, Allah ingin mengajarkan dan menunjukan kebesarannya kepada umat manusia melalui Bangsa Arab yang tertinggal pada saat itu, agar mereka dapat menjadi negara yang maju dan disegani oleh bangsa-bangsa lainnya.
Lima ayat pertama telah menggunggah kesadaran umat manusia khususnya bangsa Arab. Inilah awal revolusi kemanusiaan di semua sisi kehidupan, baik dari segi spritual, etika, ilmu pengetahuan, hukum dan sebaigainya. Dalam firmannya Allah sampaikan:
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Mahamulia,
4. Yang mengajarkan (manusia) dengan pena.
5. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
Jadi, ayat ini memberi pesan cukup dalam agar kita menjadi manusia terpelajar, selalu ingin meningkatkan kapasitas keilmuan dirinya. Allah tidak menginginkan kita menjadi manusia yang bodoh-bodoh. walaupun Nabi Muhammad saw. seorang "ummi", namun ke ummian beliau merupakan keistimewaan. Beliau sendiri tidak menginginkan kaummnya dalam keadan ummi. beliau menyuruh kita bisa membaca dan menulis.
Maka maha benar Allah dalam segala firmannya, beberapa dekade setelah Al Quran diturunkan, kaum muslimin (Bangsa Arab) betul betul menjadi bangsa yang rakus akan ilmu pengetahuan, sehingga menjadi bangsa yang maju dan berperadaban. mereka mampu menyerap dan mengembangkan peradaban sebelumnya yang lebih menekankan aspek materialistik. Kaum muslimin menjadi bangsa yang disegani.
Namun yang menarik lagi, Al Quran tidak diturunkan pada bangsa yang sudah maju, tapi pada bangsa yang masih terbelakang yaitu bangsa Arab di negeri Mekkah. Kebanyakan mereka masih buta huruf. Setelah Al Quran turun, terjadi kemajuan kaum muslimin di semua bidang kehidupan. Hal ini menunjukan bahwa Al Quran mampu membangkitkan manusia dari titik yang paling rendah pada kehidupan mereka menuju kekehidupan yang lebih maju.
Ciri bangsa yang maju adalah bangsa yang cinta kepada ilmu pengetahuan. Pengetahuan akan membawa kemajuan bangsa. kemajuan bangsa akan menciptakan peradaban.