Tasmik Akbar Rumah Tahfidz Lampung

*Tasmik, mengandung arti, mendengarkan bacaan Al Qur'an yang dibacakan oleh beberapa orang dan didengarkan serta dikoreksi dalam pelaksanaannya (saat membaca).
Bada shubuh pagi itu nuansanya seperti kampanye partai politik. Konvoi rombongan menggunakan bus, beragam mobil pribadi dan carteran, angkot, motor, pun juga ada yang menggunakan truk dan pick up (mobil bak terbuka). Rombongan itu adalah para pengasuh, asaatidz-asaatidzah, dan santri Rumah Tahfidz se provinsi Lampung. Atribut yang digunakan hampir semuanya seragam, didominasi baju koko merah marun, peci hitam, dan mengenakan sarung. Tapi jangan salah, mereka bukan menghadiri kampanye partai politik mendukung salah satu kandidat, tapi hendak berkumpul-bersilaturahim untuk Tasmik Akbar Rumah Tahfidz se Lampung. Tujuan mereka sangat mulia. Bersilaturahim, menggemakan, dan mendakwahkan Al Qur’an di bumi Lampung.
Khusus rombongan santri yang berbondong-bondong menaiki truk dan pick up di bak belakang, jangan salah sangka dan suudzon terlebih dahulu kepada mereka. Dilihat dari segi keamanan memang sangat tidak ideal. Tapi mau bagaimana lagi, melihat geografis dan kondisi di Lampung yang tidak ada transportasi umum menuju Jabung (lokasi acara), dan kendaraan pribadi juga minim, maka alternatif terbaiknya adalah menggunakan truk dan pick up. Diluar masalah safety, saya rasa semangatnya sangat luar biasa, berani mengambil risiko dan berjuang dengan kondisi yang ada demi Al Qur’an. Subhanallah!
Rombongan konvoi tersebut satu persatu berdatangan di Rumah Tahfidz Ittihadul Bayaniyah di Jabung, Lampung Timur, yang kali ini menjadi tuan rumah Tasmik Akbar Rumah Tahfidz se provinsi Lampung. Tersiar kabar, beberapa rombongan ada yang tersesat. Memang jalan menuju Rumah Tahfidz Ittihadul Bayaniyah dari jalan raya masih jauh. Masih harus masuk ke pelosok desa dengan kondisi jalan yang sedikit naik-turun dan berlubang. Belum lagi ditambah genangan air sisa hujan menjadi tantangan tersendiri. Mobil dan kendaraan lainnya hanya bisa merambat pelan bergoyang-goyang menghindari lubang di sepanjang jalan.
Alhamdulillah, saat tasmik berlangsung ada rombongan Banser yang mengamankan dan melancarkan acara. Sebagian anggota Banser mencari dan menjemput beberapa rombongan bus santri Rumah Tahfidz yang tersesat. Berkat bantuan Banser, akhirnya satu persatu rombongan merapat ke lokasi, meski datangnya tidak bersamaan.
Rombongan santri Rumah Tahfidz yang datang disambut hangat oleh tuan rumah. Setelah menempuh perjalan panjang, pasti menguras tenaga dan membuat perut keroncongan. Maka dari itu para asaatidz-asaatidzah, pengurus, dan santri Rumah Tahfidz yang datang langsung diarahkan untuk makan terlebih dahulu. Setelah makan usai, seluruh santri langsung membentuk kelompok-kelompok yang terdiri dari beberapa majelis. Tiap majelis mengkhatamkan Al Qur’an sekali.
Yang membuat makin istimewa, tasmik akbar tersebut terdiri lebih dari lima majelis yang mengkhatamkan Al Qur’an. Saking banyaknya santri Rumah Tahfidz yang hadir, Rumah Tahfidz Ittihadul Bayaniyah tidak mampu menampung semua santri. Sampai harus meminjam beberapa rumah tetangga untuk dijadikan tempat majelis untuk mengkhatamkan Al Qur’an.
Para tetangga kecipratan berkahnya. Rumahnya digunakan ajang berkumpul para santri Rumah Tahfidz yang menggemakan Al Qur’an 30 juz. Pun juga dengan warga sekitar, ada beberapa yang berjualan minuman dan makanan ringan. Melayani para santri yang ingin jajan untuk meraup rezeki.
Alhamdulillah, setiap event tasmik di Lampung selalu mengundang berkah. Bukan hanya berkah untuk Rumah Tahfidz saja, tetapi berkahnya meluber ke semua kalangan. Tetangga kecipratan berkah, para driver yang mengantar rombongan santri ke acara tasmik kecipratan berkah, pengusaha bus kecipratan berkah, dan masih banyak lagi.
Tasmik rutinan seperti ini menjadi salah satu agenda wajib bagi Rumah Tahfidz. Alasannya seperti yang disampaikan Korda Rumah Tahfidz Lampung, Ustadz Khoirodin Al Hafidz, “tasmik menjadi kebutuhan pokok para penghafal Al Qur’an untuk menjaga hafalannya”, tutur Korda yang juga menjadi pengasuh Rumah Tahfidz Al Qur’aniyy Kota Gajah tersebut.
Selain itu, yang tak kalah penting, kegiatan tasmik menjadi dakwah dan syiar Al Qur’an di setiap daerah. Juga menjadi ajang silaturahim agar sesama Rumah Tahfidz saling mengenal dan semakin erat ikatannya. Harapannya seluruh Rumah Tahfidz di setiap daerah di Indonesia selalu istiqomah menggelar tasmik seperti di Lampung. Semoga saja. Al Fatihaah..