Kamilah Sang Juara Hati

"Saya ingin membanggakan ibu, memberikan mahkota kemuliaan pada ayah dan ibu juga mengajari adik-adik saya", tutur Anggi, calon santri rumah tahfidz Rancajaya itu sembari menahan tangisnya.
Susana haru menyerbu hati para orang tua dan calon santri rumah tahfidz Rancajaya, Subang. Kamis (20/06/2019) menjadi perpisahan sementara antara anak dan orang tua demi meraih kesuksesan menjadi ahlul qur'annya Allah.
Ustadz Agus beserta Kiyai Ahmad Kosasih. MA mengiringi kepergian para santri ke rumah tahfidz tersebut.
Sebelum pemberangkatan ke rumah tahfidz, ustadz Agus menyampaikan beberapa patah kata untuk memotivasi para santri dan wali santri agar melapangkan hatinya saat melepas putri tercintanya ke tempat yang cukup jauh.
Setelah menempuh perjalanan selama 5 jam, barulah rombongan sampai di tempat tujuan. Kedatangan kami disambut oleh tuan rumah dengan kehangatan yang membuat kami terasa akrab.
Sungguh pemandangan indah didepan mata, pohon yang rindang menambah kesejukan bangunan rumah tahfidz itu. Membuat betah para penghuninya.
Selain penyerahan santri baru, ustadz Agus dan Kiyai Ahmad Kosasih juga melalukan peresmian terhadap rumah tahfidz tersebut. Sehingga para santri ini menjadi generasi pertama dari rumah tahfidz ini.
Pada acara peresmian rumah tahfidz itu, banyak para tokoh yang menghadiri acara ini. Diantaranya ustadz daerah tersebut, pak lurah juga ustadz Nur Utomo, koordinator daerah bagian Subang.
Suasana haru terjadi kembali saat ustadz agus membacakan sholawat pada saat para santri dan wali santri salik memeluk erat, menjatuhkan air mata kebanggan, keikhlasan, juga harapan untuk putri-putrinya.
Selesai sudah pertemuan kali ini, dan para wali santri pun pulang kembali ke rumah. Butuh beberapa waktu lagi untuk sebuah pertemuan yang diharapkan antara anak dan orang tua.