Seperti Apakah Kelangsungan Ujian Wisuda Tahfidz Nasional (WTN) ?
.jpeg)
Persiapan yang sudah matang menambahkan semangat dan percaya diri para santri untuk menghadapi ujian tahfidz yang mana merupakan syarat mengikuti Wisuda Tahfidz Nasional (WTN).
Ujian tersebut di lakukan pada tanggal 11 Maret 2019 (11/04) diberbagai daerah se-Indonesia, salah satunya diadakan di Rumah Tahfidz (RT) Surya Taman Aisy Cluster Graha Cinere Modern A308 Limo Depok. Para santri sangat besemangat mengkuti ujian kali ini.
Di Rumah Tahfidzul Ilmina Pemalang juga melangsungkan ujian di taggal yang sama. Terdapat tiga santri hasil dari seleksi Wisuda Akbar Rumah Tahfidz Daarul Quran yang diadakan pada tanggal 24 Ferbruari 2019 (24/04) kemarin. " Para santri sangat senang dengan adanya ujian ini dan berharap dapat lulus ujian sehingga bisa ikut Wisuda Tahfidz Nasional (WTN) yang menjadi cita-cita dan harapan serta kebanggaan kami para santri Rumah Tahfidzul (RT) dan ustadznya ". ujar ustadz dari Koordinator Daerah (Korda) Jawa Tengah.
Dream (harapan) ustadz Yusuf Mansur dari awal mendirikan Daarul Qur’an adalah menciptakan sebanyak-banyaknya penghafal Al-Qur’an di Indonesia, oleh karena itu untuk memberikan motivasi kepada anak-anak yang telah merelakan waktunya untuk menghafal Al-Qur’an, lembaga yang didirikan oleh ustadz Yusuf Mansur pada tahun 2003 ini akan mengadakan Wisuda Tahfidz Nasional yang akan diikuti oleh ratusan santri yang telah menyelesaikan hafalan sebanyak 30 juz. Ratusan santri putra dan putri ini akan hadir dari seluruh wilayah Indonesia. Untuk Wisuda Tahfidz Nasional (WTN) ini merupaka Wisuda yang ke-9.
Pengujian hafalan para santri dilakukan oleh para penguji dari Jakarta. Meskipun pengujian dilakukan di malam hari, akan tetapi santri tetap semangat untuk mengikuti ujian mempersiapkan Wisuda Tahfidz Nasional (WTN). Begitu juga dengan para penguji yang tetap berusaha datang ke Rumah Tahfidz (RT) tersebut untuk memastikan kelancaran hafalan para santri meskipun para penguji memiliki jadwal yang sangat padat.
Kesinkronan antara penguji dan santri membuat suasana ujian semakin hangat dan penuh semangat.
Pengujian ini dilakukan agar para santri yang mengikuti Wisuda Tahfidz Nasional (WTN) ini benar-benar sudah terjamin kekuatan hafalannya. Hafalan para santri tidaklah sedikit, kebanyakan dari mereka merupakan santri-santri yang telah memiliki hafalan 30 juz. Oleh karena itu, meskipun santrinya sedikit namun untuk waktu pengujiannya membutuhkan waktu yang cukup panjang.
“Alhamdulillah didalam ujian Wisuda Tahfidz Nasional (WTN) ini Koordinator Daerah (Korda) Jadebeka bisa mengirimkan 7 peserta santri yang sudah memiliki hafalan 30 juz untuk mengikuti ujian Wisuda Tahfidz Nasional (WTN) . Para peserta ini terdiri dari satu peserta dari Rumah Tahfidz (RT) Elysium. Satu peserta lainnya dari Rumah Tahfidz (RT ) Al Fithroh Indonesia dan lima peserta lainnya dari Rumah Tahfidz (RT) Surya Taman Aisy. Semoga para santri ini bisa lulus ujian Wisuda Tahfidz Nasional (WTN) kali ini”.Ujar salah seorang ustadz Koordinator Daerah (Korda) Jadabeka.
Selain Jadabeka dan Jawa Tengah, Semarang juga termasuk kota yang mengirimkan santrinya untuk mengikuti ujian Wisuda Tahfidz Nasional (WTN), sehingga diadakan lah kegiatan ujian Wisuda Tahfidz Nasional (WTN) Koordinator Daerah (Korda) Semarang yang dilaksanakan di kantor PPPA Daarul Quran Semarang. Tepatnya di jln. Gedung Batu Utara v no 7 Ngemplak Simongan Semarang Barat. Pada ujian ini jumlah santri terdapat 25 orang, hanya saja yang hadir baru 9 orang. Ujian ini berlangsung begitu khidmat dengan adanya pengarahan dari Koordinator Daerah (Korda) Semarang dan dewan penguji hafalan santri yaitu Ustadz Rosyidun.
Para santri begitu serius mengikuti ujian Wisuda tahfidz Nasional (WTN), sehingga ketika ada waktu luang, yaitu ketika menunggu peserta lain yang sedang diuji, para peserta lain terus bermurojaah agar ketika diuji bisa lancar membacakan ayat demi ayat yang di hafal.