Para Hafidz dan Hafidzah Yang Di Nantikan

Mrincingan (29/7). Ratusan jamaah berduyun duyun menuju Masjid Alkautsar. Masjid di antara sawah dan rumah warga itu beroman megah selaras dengan kubahnya, lantai yang bertingkat dan empat toa di atasnya. Kerasnya bunyi toa terdengar nyaring sampai kejauhan seolah olah mengajak para ibu untuk mempercepat langkahnya. Para bapak berkopiah hitam dengan tutur bahasa yang santun dalam menyambut tamu menggambarkan tingginya adab masyarakat jawa di pedesaan.
Desa Mrincingan dan Masjid Alkautsar adalah kebanggan para warga dan semua jamaah yang telah menghadiri undangan sore itu, karenanya para jamaah antusias duduk di depan mimbar, teras masjid, di bawah tenda tambahan, serta pelataran rumah untuk mengikuti Tabligh Akbar. Ialah Suwandi sebagai ketua takmir membuka Tabligh Akbar dan menyambut Ustadz dari PPPA Daarul Quran Yogyakarta, Kepala Camat, tokoh masyarakat dan semua jamaah.
“Di desa kami belum ada Rumah Tahfidz dari dulu, padahal banyak dermawan termasuk Drs. H. Setiawan dan Haji Widyo Siswanto menyanggupi akan mengumrohkan dan menghajikan apabila ada dari putra putri desa kami yang sudah hafal 30 Juz, kami ingin sekali anak anak kami bahkan semua warga jadi penghafal Al-Qur'an” Ujar Suwandi dalam sambutannya.
Tabligh Akbar yang diisi oleh Ustadz Tribuwono Subroto dan Muhammad Nizar dengan materi “Keutamaan menuntut ilmu dan keutamaan menghafal Al Qur'an” Inilah awal dari Desa Mrincingan yang mendapatkan tausyiah langsung dari Ustadz Tribuwono Alhafidz yang mendukung serta memotivasi semua takmir dan jamaah untuk membuat Rumah Tahfidz berbasis masjid.
Sepasang mata jamaah meneteskan air mata jelang pukul 17.00 WIB. Ketika Ustadz Muhammad Nizar atau akrab dipanggil Abi melantangkan ayat Al Qur’an dan menangis dalam tausyiahnya.
“ini adalah waktu yang sangat berharga, kita akan mendapatkan hal yang luar biasa, luar biasa, saya sudah buktikan keajaiban keajaiban apabila kita mengurus Al-Qur'an, memuliakan Al Qur'an, menghafal Al-Qur'an saya sudah buktikan !” Abi mengusap air matanya di atas mimbar.
Sampai larut sore menjelang adzan magrib para jamaah yang terbawa rasa haru dan sadar betapa mulianya para penghafal Al Qur’an, lebih meyakini dan bersiap untuk menghafal Al Qur’an. Semoga acara Tabligh Akbar menjadi inspirasi banyak kalangan sehingga banyak bermunculan hafidz dan Hafidzah yang memiliki khasanah keilmuan yang luas tentang Islam dan mengamalkan isi Al-Qur’an, semoga Allah SWT mengabulkannya. Aaminn.