Gagal di Ujian Tahfidz 2017, Bahrul Ilmi Dinyatan Lulus WTN 2018

Bahrul Ilmi adalah santri dari Rumah Tahfidz Zulfa Qurotaa'yun Jogja. Rumah Tahfidz ini iliar di mata masyarakat karena pernah dikunjungi oleh Ustadz Yusuf Mansur dalam acara peresmian Rumah Tahfidz baru Jogja pada 12 Juni 2010.
Di gang Kampung Selokraman tempat biasa Bahrul Ilmi berangkat ke masjid, anak-anak kecil sering menyapanya dengan panggilan Ustadz. Tidak hanya di rumah tahfidz, pemuda 19 tahun itu juga termasuk mahasiswa berprestasi di Kampusnya.
Salah satunya, pada 11 Januari 2018 ia mendapat penghargaan umroh dari PPPA Daarul Qur'an Jogja ketika penyelenggaraan Wisuda Akbar dan beasiswa sarjana karena telah menyelesaikan hafalannya, 30 juz. Menjalanai aktivitas sebagai mahasiswa UIN Sunan Kalijaga tidak membuatnya lengah dalam menghafalkan dan mengamalkan Al-Qur'an.
Meski belum dinyatakan lulus pada Ujian WTN 2017, ia tidak berkecil hati. Di tahun ini, ia kembali meneruskan perjuangannya bersama 37 santri Jogja - Jateng dan ribuan santri lain untuk berjuang di Ujian WTN 2018. "Karena kemarin belum lulus, jadi aku ingin ikut WTN lagi sampe lulus," pungkasnya.
Atas doa dan perjuangannya, Bahrul Ilmi kini dinyatakan lulus ujian WTN 2018.