Anak Kembar Ini Adalah Salah Satu Hafidz 30 Juz Terbaik Di Indonesia

Anak Kembar Ini Adalah Salah Satu Hafidz 30 Juz Terbaik Di Indonesia

Namanya adalah Zainu Rahim (kaka), memiliki panggilan Rahim. Ia memiliki saudara kembar yang bernama Zainu Rahman (adik). Saat ini mereka berdua telah berusia 19 tahun namun telah memiliki hafalan 30 juz.

Tempat kelahiran mereka berada di Kalimantan Selatan dengan orang tua yang bernama Abdullah (63) dan Masitah (50). Sejak tahun 2012 mereka bergabung dengan rumah tahfidz yang berada di Kalimantan Selatan, dan mulai menghafal pada tahun 2014.

Kejuaraan MHQ kategori 25 juz putra antar provinsi se-Indonesia mereka raih, prestasi ini tentulah berkat dukungan dari kedua orang tua mereka. Selain kejuaraan tersebut saudara kembar ini dapat mengikuti WTN kategori 30 juz pada Sabtu (4/5/2019) kemarin.

Selain itu mereka memiliki motivasi menghafal yang tinggi yakni karena keduanya ingin menjalankan perintah Allah dan Rasulnya. Dan ingin membanggakan,membahagiakan kedua orang tuanya agar diakhirat kelak dapat memakaikan mahkota kebesaran untuk mereka berdua juga untuk guru-gurunya.

Saudara kembar ini memiliki kekompakan yang baik yakni memiliki target satu hari satu halaman, sedangkan untuk murojaah mereka lakukan sehari dua juz. Membutuhkan keistiqomahan tentunya untuk melakukan hal tersebut, sehingga hanya doa dari orang tua dan gurunyalah yang mampu menjadikan mereka seperti sekarang ini.

"Alhamdulillah perasaan saya luar biasa setelah mengikuti WTN itu, karena saya bisa bertemu ustadz YM (Yusuf Mansur), bisa lihat-lihat pondok DaQu, dan bisa ketemu temen-temen dari berbagai penjuru daerah dengan provinsi yang berbeda-beda", ujar Zainu Rahim (kaka)

Pada awalnya saudara kembar ini berencana untuk mengikuti WTN di tahun 2018 kemarin, akan tetapi kerena terkendala dengan sebuah masalah membuat WTN untuk mereka diundur menjadi tahun 2019 ini. Bersamaan dengan kebahagiaan yang mereka rasakan diwisuda kedua anaknya tersebut orang tua mereka tak dapat hadir, ada kesedihan dalam hati keduanya, namun keduanya tetap bahagia karena dapat membuat orang tuanya bangga.

"bagi seorang penghafal qur'an diwisuda itu bukan akhir dari menghafal atau lulus menghafal, ga lagi murojaah, tapi itu baru awal bagi seorang penghafal Al-qur'an untuk lebih mendalami ilmu alqur'annya lagi", pesan dari Zainu Rahman (adik) bagi seluruh penghafal qur'an maupun yang mau menghafal qur'an.