Bukti Menghafal Merupakan Hal Yang Mudah Dilakukan
.jpeg)
“ Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran”.
(Q.S.al-Qamar: 17)
Al qur’an adalah kitab penyempurna dari kitab-kitab allah sebelumnya sebagai kabar gembira bagi umat manusia karena dengan diturunkanya al-qur’an menjadi petunjuk yang sempurna bagi seluruh umat manusia. Menghafal alquran merupakan hal yang paling mulia bagi setiap orang yang menghafalnya.
Oleh karena itu kalau anda tidak segera mulai menghafal, kapan anda dapat menyelesaikan hafalan 30 juz. Tidak perlu menunggu momen yang tepat. Mulailah menghafal sedikit demi sedikit dari sekarang. Menunda-nunda waktu akan membuat semangat anda untuk khatam 30 juz perlahan akan luntur.
Sebelum memulai menghafal Al-Qur’an, niat harus menjadi perhatian utama. Untuk apa anda menghafal Al-Qur’an? Apakah anda menghafal Al-Qur’an karena ingin dikatakan Hafizh? ataukah anda ingin menghafal Al-Qur’an agar bisa mendapatkan pekerjaan atau melanjutkan pendidikan dengan mudah? Apakah anda ingin mengahafal Al-Qur’an semata-mata untuk menyenangkan hati orangtua?
Bila niat anda menghafal Al-Qur’an karena hal-hal tersebut, maka sangat wajar bila anda merasakan kesulitan dalam menghafal. Dalam menghafal Al-Qur’an, niat harus benar-benar murni karena ingin mendapatkan ridho Allah Ta’ala. Ada pun nikmat dunia, insya Allah akan di berikan kepada para penghafal Al-Qur’an.
Kemudian bila anda merasa telah ikhlas semata karena anda menghafal, lalu masih merasa kesulitan, bersabarlah. Mungkin beberapa waktu kemudian anda akan benar-benar merasakan kemudahan dalam menghafal, atau Allah menghendaki pahala yang banyak kepada Anda dengan terus mengulangi ayat demi ayat Al-Qur’an.
Seperti halnya yang dilakukan oleh para santri-santri yang mengikuti Wisuda Tahfidz di acara Nunukan Menghafal, santri yang mengikuti acara ini terdiri dari siswa dan siswi Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan umum se- Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara.
Rentetan kegiatan dilakukan dari tanggal 7-10 Maret 2019. Pada tanggal 7 Maret para santri yang akan mengikuti ujian melakukan ujian hafalanya terlebih dahulu agar memenuhi syarat dan ketentuan yg telah di tetapkan untuk mengikuti Wisuda Tahfidz tersebut.
Santri tunanetra pun tidak ingin kalah dari santri normal lainnya, beberapa santri tunanetra melibatkan dirinya untuk mengikuti acara Wisuda Tunantra ini. Hal ini membuktikan bahwa menghafal bukanlah hal yang sulit atau bisa di bilang mudah.
Setelah ujian selesai, di lanjutkan dengan lomba menghafal Juz 30 tingkat Sekolah Dasar (SD), semangat para santri sungguh membara bagai api yang berkobar-kobar. Kemudian pada tanggal 9 Maret 2019 dilanjut lagi dengan acara lomba mewarnai dan seminar parenting. Kegiatan sebelum acara Wisuda Tahfidz ini sungguh padat dan bermanfaat, para santri begitu menikmati kegiatan-kegiatan yang diadakan sebelum acara Wisuda Tahfidz.
" Banyak keseruan yang terjadi dalam rangkaian kegiatan Nunukan menghafal dan ada peserta tunanetra yg juga ikut terlibat di dalamnya", ujar seorang Ustadz. Tak sedikit dari orang-orang yang tak dapat melihat ( tunanetra) mampu menyelesaikan hafalan 30 juznya.
Acara ini bukan hanya Wisuda Tahfidz saja, tetapi juga disertai dengan Tablig Akbar bersama KH. Ahmad Slamet Ibnu Syam LC,MA. Yang semakin memeriahkan acara intinya yaitu Wisuda Tahfidz Nunukan Menghafal.
Masjid Agung Mujahidin Nunukan, menjadi tempat yang terpilih untuk melangsungkan acara Wisuda Tahfidz ini. Beberapa acara besar sering di lakukan di masjid ini. Kapasitas masjid terbesar kedua setelah Islamic Centre Hidayaturrahman di Nunukan ini mampu menampung jamaah yang hadir. Keinginan yang besar untuk menghadiri acara Wisuda Tahfidz ini tentunya timbul dari rasa penghormatan para jamaah terhadap Al Quran juga para penghafal Al Quran.
Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar, dan para santri pun telah mengikuti Wisuda Tahfidz. Acara Nunukan Menghafal ini bertujuan untuk mencetak generasi penghafal Quran, terbukti dari santri-santri yang mengikuti acara tersebut merupakan para generasi bangsa yang sangat mungkin untuk menjadi generai gemilang penghafal Quran, usia yang masih muda memang sangat berpotensi untuk menjadi anak-anak kebanggaan bangsa.
Pencapain hafalan para santri ada yang mencapai juz 30, Surah Yasin dan beberapa juz pilihan di antaranya juz 1 dan juz 29.
Semangat para santri untuk menghafal adalah sebuah anugrah yang Allah berikan pada hamba-hamba pilihannya.
" Ngafal Qur’an itu ibarat merakit puzzle. Maksudnya, ya.. aduh pokoknya ngafal Qur’an itu ibarat masang puzzle. Butuh kesabaran, ke hati-hatian, konsentrasi, biar semua potongan puzzle nya menjadi puzzle yang sempurna". Pesan ustadz Yusuf Mansur.