Soza, Khatam dengan Metode ODOL

Rabu (4/4) - Wisuda Tahfidz Nasional menjadi daya tarik tersendri bagi seluruh santri Rumah Tahfidz yang tergabung di bawah naungan Rumah Tahfidz Center (RTC) PPPA Daarul Qur'an, tak terkecuali bagi Santri Rumah Tahfidz Fatimah Zahra Jawa Tengah.
Dyantikha Arlinie Soza (15) adalah satu dari lima santri Rumah Tahfidz Fatimah Zahra yang berkesempatan mengikuti ujian WTN 2018. Selain menjadi santri dengan prestasi paling cepat dalam menghafal, 2 tahun 4 bulan, dari target 4 tahun. Selain itu, ia juga menjadi santri paling unik dalam menghafal. Memejamkan mata dan berguling di bantal adalah cara mudah yang dilakukan untuk menghafal Qur'an.
"Menghafal Quran itu ga penting dan buang-buang waktu muda saja", kata Soza, menirukan cibiran yang pernah terlontar kepadanya. Namun karena niat dan tekad yang kuat bahwa orang yang menghafal Qur'an akan dimulikan oleh Allah dan dia berharap akan memberikan mahkota di akhirat nanti kepada orang tuanya. Semangat itulah yang mengantarkan Soza menjadi Hafidzoh di usia muda.
Ketekunan dan kesungguhan adalah kunci utama keberhasilan Soza dalam menyelesaikan hafalan sampai 30 juz. Kerena tak pernah terlewatkan barang seharipun tanpa setor hafalan dan murojaah. Metode ODOL (One Day One Lembar) menjadi pola yang diterapkannya ditengah kesibukan agenda padat di Rumah Tahfidz Fatimah Zahra.
"Semoga keberkahan selalu Allah limpahkan kepada seluruh keluarga besar Daarul Qur'an dan RTC, terkhusus Ustadz Yusuf Mansur yang secara langsung membantu wakaf tanah yang digunakan sebagai asrama santri", tutur Ustadz Maftuhan A.H selaku pengasuh.